Dunia bisnis selalu terkait dengan satu masalah abadi yaitu: mengelola SDM. Mulai dari merekrut kandidat, melakukan seleksi dan mengembangkan SDM agar sesuai dengan nilai-nilai perusahaan dan kompetensi personal pada peran yang dipegangnya.
Kali ini mari kita bahas topik yang agak sensitif tapi penting banget buat dunia kerja: kenapa seorang pimpinan harus mulai belajar untuk berhenti menjadi leader yang baik. Konteksnya adalah kata baik seringkali diartikan dengan intensi untuk menyenangkan orang lain, dalam hal ini karyawan yang bahkan tidak perform.
Apakah kamu sebagai leader bisnis juga pernah atau sedang mengalami situasi ini?! nggak tegaan menegur, nggak tega bersikap keras dan tegas terhadap karyawan yang kinerjanya kurang memuaskan?!

Kenapa Sih Harus Tegas?
Banyak yang mikir kalau jadi pemimpin organisasi bisnis itu harus selalu baik dan ramah. Padahal, dalam situasi tertentu, bersikap tegas justru lebih baik. Ini alasannya:
- Kejelasan Tujuan: Kalau semua karyawan tahu konsekuensi dari kinerja yang kurang baik, mereka jadi lebih termotivasi untuk mencapai target pribadi dan target perusahaan.
- Keadilan: Kalau di organisasi bisnis kamu ada karyawan yang terus-terusan tidak perform, sementara yang lain bekerja keras, itu tentu saja nggak adil buat yang rajin.
- Produktivitas Tim: Dalam sebuah organisasi bisnis satu orang yang kinerjanya buruk bisa menurunkan semangat kerja seluruh tim dan tentu saja berdampak kepada performa perusahaan secara keseluruhan.
- Pertumbuhan Perusahaan: Perusahaan butuh karyawan yang bisa memberikan kontribusi maksimal. Kalau ada yang nggak bisa, ya harus ada tindakan terhadap situasi tersebut, salah satunya teguran atau pemecatan.
Perhatikan, Tegas Itu Bukan Berarti Kejam
Ingat teman-teman, bersikap tegas itu beda dengan bersikap kejam. Tegas tuh artinya bersikap asertif dalam menyampaikan harapan dan ekspektasi dengan jelas, memberikan feedback yang konstruktif, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja.
Tapi saya sadar kalau tidak mudah untuk membangun ketegasan apalagi untuk kamu yang baru membangun tim di bisnismu. Berikut beberapa cara yang bisa kamu adopsi untuk bersikap tegas tanpa terkesan kejam kepada karyawan:
- Komunikasi yang Terbuka: Bicarakan masalah kinerja secara langsung dengan karyawan yang bersangkutan. Jelaskan apa yang kurang dan apa yang diharapkan.
- Berikan Feedback yang Konstruktif: Jangan hanya mengkritik, tapi juga berikan saran dan solusi untuk perbaikan.
- Tetapkan Tujuan yang Jelas: Buat target kinerja yang realistis dan pastikan karyawan memahaminya.
- Berikan Peluang untuk Berkembang: Jika ada potensi, berikan pelatihan atau mentoring untuk meningkatkan kinerja karyawan.
- Konsisten: Terapkan aturan yang sama untuk semua karyawan. Jangan pilih kasih.
Lalu Kapan Perlu Bersikap Tegas?
Ada beberapa situasi yang menuntut seorang bos untuk bersikap tegas:
- Ketika Kinerja Tidak Memenuhi Ekspektasi: Jika sudah berkali-kali diberi kesempatan tapi tetap tidak ada perubahan, tindakan tegas perlu diambil.
- Ketika Ada Pelanggaran Aturan: Jika karyawan melanggar aturan perusahaan, sanksi harus diberikan.
- Ketika Ada Masalah Disiplin: Jika karyawan sering datang terlambat atau absen tanpa alasan yang jelas, tindakan tegas juga diperlukan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Bersikap Tegas?
Setelah mengambil tindakan tegas, jangan langsung selesai begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Evaluasi: Apakah tindakan yang diambil sudah efektif?
- Follow Up: Pantau terus kinerja karyawan setelah tindakan diambil.
- Berikan Dukungan: Jika karyawan menunjukkan kemauan untuk berubah, berikan dukungan dan bimbingan.
Kesimpulan
Menjadi seorang pemimpin itu nggak mudah. Kadang kita harus mengambil keputusan yang sulit, termasuk bersikap tegas pada karyawan yang kinerjanya kurang memuaskan. Tapi ingat, tujuan utama kita adalah untuk meningkatkan kinerja tim dan mencapai tujuan perusahaan. Dengan komunikasi yang baik, feedback yang konstruktif, dan tindakan yang tepat, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan positif.
Penting untuk diingat: Setiap situasi berbeda-beda, jadi fleksibilitas sangat penting. Jangan ragu untuk menyesuaikan pendekatanmu sesuai dengan kondisi yang ada.
Kata-kata kunci: kepemimpinan, tegas, karyawan, kinerja, perusahaan, feedback, disiplin, motivasi
Topik yang bisa dikembangkan lebih lanjut:
- Bagaimana cara memberikan feedback yang efektif tanpa membuat karyawan merasa tersinggung?
- Apa saja contoh tindakan tegas yang bisa diambil oleh seorang pemimpin?
- Bagaimana cara membangun hubungan yang baik dengan karyawan sambil tetap bersikap tegas?
Jadi kalau saat ini kamu sedang menghadapi masalah dimana karyawan kamu tidak perform atau menunjukkan pelanggaran perilaku terhadap nilai-nilai perusahaan yang telah disepakati, maka praktek dari artikel ini semoga bisa membantu kamu menjadi seorang pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan yang sulit, tanpa perlu risau terlihat tidak baik dimata orang lain.
Share artikel ini ke social media kamu dengan meng-klik tombol share dibawah ya!