“Saya nungguin mood dulu deh baru bekerja”, familiar nggak dengan kalimat kayak gini?
Entah secara sadar atau tidak kebanyakan orang sangat jatuh cinta pada target karena terasa jelas: angka penjualan, berat badan ideal, jumlah klien. Rasa “jelas” ini ngasih sensasi menenangkan ego, namun menyembunyikan pola yang lebih berbahaya: kita mendapat lonjakan motivasi saat menetapkan target—bukan saat mengeksekusi proses berulang yang membosankan.
Contohnya nih berapa banyak diantara kita yang sangat menggebu-gebu ketika menulis goal dan resolusi lalu sibuk merancang to-do list setiap hari, tetapi kemudian tidak mencapai tujuan yang diinginkan?! Well, saya juga dulu begitu karena jebakan ilusi goal yang cuma ngasih semangat di awal-awal.
Akibatnya, energi keburu habis di awal (menyusun rencana, membuat poster, mengumumkan komitmen), lalu merosot saat realitas menuntut konsistensi. Kita mengejar momen spektakuler dan melupakan yang tak tercatat: ritme harian, lingkungan kerja, SOP sederhana, dan umpan balik cepat.
Lantas kenapa pendekatan umum seringkali gagal mengarahkan kita ke tujuan? Karena kebanyakan metode populer seperti SMART goals sering berhenti di “apa” yang ingin dicapai, bukan “bagaimana” memastikan perilaku yang terjadi setiap hari. Menentukan target memang bisa mendorong kita mengatur angka; tetapi justru sistemlah yang memaksa kita mengelola kebiasaan.
Perhatikan ini teman-teman, ketika kita hanya mengejar hasil, kita berpotensi terseret dua jebakan: (a) goal gradient—semangat meledak di dekat garis akhir lalu padam sesudahnya; (b) Goodhart effect—ketika hanya angka-angka yang jadi tujuan, orang punya kecenderungan memanipulasi metrik, bukan memperbaiki realitas.
Belum lagi keyakinan berlebihan pada niat, semangat dan kebiasaan multitasking, hasilnya: proyek melonjak-lalu-tenggelam, tim lelah, dan keberhasilan yang tidak bisa diulangi. Semuanya karena kita tidak membangun sistem.
Gunakan framework 5R untuk membangun sistem secara sederhana
Dibanding sibuk mengalihkan fokus dari goal dan target, yuk kita coba beralih ke sistem yang bisa menciptakan pengulangan yang efektif. Saran saya gunakan sticky notes untuk memproses framework ini;
- Ritme: Lakukan blok waktu tetap harian/pekanan untuk pekerjaan yang bernilai tinggi. Misalnya alokasikan 2×90 menit deep work setiap hari yang tidak bisa diganggu.
- Ritual: Ciptakan pemicu perilaku. Contohnya: “setelah sholat subuh, lakukan push up 20 kali.
- Ruang: desain ruang kerja dan lingkungan yang memudahkan aktifitas kita. Gunakan template, daftar cek, folder yang rapi.
- Rekam Prosesnya: ukur lead measure (aktivitas penyebab) bukan hanya lag measure (hasil).
- Review: lakukan evaluasi singkat, ritmis, berbasis bukti (mingguan 30 menit; bulanan 60 menit).
Kalua dipraktekkan secara berkala maka prinsip-prinsip kerangka ini diharapkan menggeser Anda dari bergerak karena motivasi sesaat menuju kompetensi yang dibangun oleh sistem, dari heroik sporadik ke breakthrough yang dapat diprediksi.
Jadi bikin goal tuh nggak boleh terlalu banyak?
Bukan! Bukan tentang seberapa banyak goal yang ingin Anda capai tapi masalah intinya adalah karena kebiasan buruk yang menggantungkan hasil berdasarkan mood, semangat dan ambisi.
Padahal bisnis yang tahan banting tidak bergantung pada mood yang bagus, tetapi pada sistem yang membuat perilaku baik dan efektif menjadi default.
“You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems” – James Clear.
Sistem adalah jembatan antara identitas & gaya kepemimpinan Anda (“tipe pemimpin seperti apa saya?”) dan kenyataan yang terjadi pada operasional (bagaimana tim bergerak hari ini). Anda tidak tumbuh setinggi target Anda; Anda jatuh seturun sistem Anda. Saat sistem didesain baik, alasan untuk memulai menjadi lebih kecil, umpan balik menjadi lebih sering, dan perbaikan bertumpu pada data dan bukan rasa bersalah karena kehilangan motivasi.
Langkah praktis yang bisa Anda lakukan hari ini
- Pilih Satu Metrik Pemicu (Lead Measure). Contoh: Jumlah follow up dengan calon klien per-hari, Bukan: omzet bulanan. Anggaplah kita ngambil metrik Minimal 3 follow up via call/DM/email dengan prospek yang berkualitas yang kalau hal ini makin sering terjadi, maka secara otomatis makin besar peluang omzet tercapai.
- Blokir “Jam Emas” harian. Buatlah dua blok waktu selama 45–90 menit setiap tanpa notifikasi untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus mendalam, saya biasanya memilih jam 3 dini hari untuk bangun dan menuliskan apa yang perlu saya tuntaskan.
- Buat “SOP 3 Baris”. Standar minimal untuk tugas berulang (Tujuan → Langkah → Selesai). Buatlah aturan sederhana yang menyatakan sebuah pekerjaan sudah selesai, set the definition of done.
- Desain Ruang Eksekusi. Siapkan template email, skrip panggilan, daftar cek meeting—kurangi keputusan sepele.
- Skor Harian 0/1. Apakah lead measure terjadi hari ini? Catat di papan sederhana; buat terlihat tim.
- Review Mingguan 30 Menit. Apa yang bekerja efektif? Apa yang mandek? Pilih satu perbaikan kecil untuk pekan depan.
- Aturan “Tak Boleh Dua Hari Berturut-turut”. Kalau ada masalah jangan pernah bikin kamu overthinking sampai 2 hari berturut-turut, selesaikan segera.
- Automasi & Batch. Jadwalkan konten, batch atau kelompokkan pekerjaan yang berulang, gunakan shortcuts untuk klik berulang.
- Matikan Kebocoran Waktu. Batasi aplikasi yang mengonsumsi perhatian kamu, conothnya game, notifikasi social media, dll. pindahkan notifikasi ke ringkasan siang hari.
Tantangan 14 Hari: Bekerjalah dengan ritme, bukan menunggu mood dan semangat
Selama 14 hari, lupakan target besar yang pernah Anda tetapkan. Terapkan Kompas 5R dengan satu lead measure yang paling berdampak, biasanya ini adalah pekerjaan yang sudah Anda tunda berulang-ulang lamanya. Tulis papan skor harian yang bisa dilihat tim. Adakan review mingguan 30 menit dan kunci satu perbaikan kecil tiap pekan. Jika setelah 14 hari throughput Anda belum lebih stabil, ubah satu elemen: ritme (blok waktu), atau ruang (template), atau rekam (metrik). Ukur ulang.
Bergeraklah membangun sistem berdasarkan keinginan untuk menciptakan hasil yang sustainable bukan hanya goal yang menginspirasi, karena: Target membuat Anda bermimpi; tapi sistemlah yang akan membuat Anda tiba.
—
Jika Anda membutuhkan pendampingan Coaching silakan kontak WA: 085242273269 atau email ke: omjhody@gmail.com | Jangan lupa Join LEADERS CIRCLE, masukkan nama dan email Anda di bagian footer halaman ini.