Skip to main content

Dalam dunia bisnis setiap akhir tahun, para leader bisnis akan selalu menghadapi satu momen krusial tahunan: rapat kerja tahunan. Di ruangan itulah arah organisasi ditentukan sepanjang satu tahun kedepan, strategi diperbaiki, dan target baru disepakati. Namun, di tengah tekanan target, persaingan, dan tuntutan efisiensi, ada satu pertanyaan penting yang sering terlewat:

“Inovasi apa yang benar-benar relevan untuk bisnis kita tahun 2026 nanti?”

Banyak leader berpikir bahwa inovasi itu hanya soal produk baru, teknologi canggih, atau fitur yang memukau pasar. Padahal, inovasi adalah sebuah sistem, bukan hanya terobosan kreatif. Inovasi adalah cara kita membangun perusahaan yang relevan, adaptif, dan sustainable.

Inilah mengapa framework 10 Types of Innovation dari Doblin menjadi sangat penting. Framework ini membantu para leader bisnis untuk melihat inovasi secara menyeluruh, bukan hanya pada sisi produk, tetapi pada model bisnis, proses internal, hingga pengalaman pelanggan.

Nah, menjelang rapat kerja Desember 2025, saya share 10 jenis inovasi yang bisa menjadi lensa strategis untuk teman-teman leader bisnis agar setiap keputusan lebih tajam, lebih terarah, dan lebih berdampak.

1. Profit Model Innovation

Bagaimana perusahaan menciptakan nilai sekaligus menghasilkan profit?
Bahasan ini bukan sekadar tentang menentukan harga jual tetapi tentang bagaimana Anda sebagai leader bisnis mendesain ulang cara perusahaan mendapatkan keuntungan: apakah ada model baru seperti subscription, bundling, recurring revenue, syariah-financing model, sampai service-based management yang bisa dilakukan?. Detail-detail model revenue ini akan saya bahas di artikel berbeda nantinya.
Bagi leader, pertanyaannya sederhana: “Apakah saat ini revenue model kita sudah berulang, stabil, dan scalable?”

2. Network Innovation

Siapa mitra yang membuat kita lebih kuat?
Di era 2025–2026, tidak ada bisnis yang bisa menang sendirian dalam peperangan bisnis, karenanya kolaborasi dengan vendor, komunitas, platform digital, hingga institusi pendidikan dapat membuka kapasitas baru tanpa biaya besar. Network innovation membuat perusahaan kecil terlihat besar dan perusahaan besar bergerak lebih gesit.

3. Structure Innovation

Bagaimana organisasi disusun agar lebih cepat dan efektif?
Struktur organisasi bukan hanya bagan dan garis perintah. Struktur organisasi adalah alur keputusan, aliran informasi, dan pembagian wewenang.
Perusahaan yang lambat biasanya bukan kurang orang—tapi terlalu banyak keputusan yang menumpuk di satu titik, coba deh teman-teman periksa adakah bottleneck pengambilan keputusan yang terjadi di struktur organisasi teman-teman?.

4. Process Innovation

Apa cara baru yang membuat kita bekerja lebih baik?
Proses kerja bicara tentang SOP, otomasi, dashboard KPI, K3, risk register, tender-to-handover flow, hingga ‘speak with data’. Karena Good process = good results.
Jadi kita tidak bisa berharap tahun 2026 naik level dengan proses yang sama dari tahun-tahun lalu yang sudah tidak relevan.

5. Product Performance Innovation

Bagaimana produk kita menjadi lebih unggul dan relevan?
Entah itu produk yang berbeda, tambahan layanan konsultasi, fitur aplikasi, atau program pendidikan, produk harus terus berevolusi.
Namun hati-hati: terlalu fokus pada inovasi produk sering membuat leader lupa pada 9 inovasi lainnya.

6. Product System Innovation

Gimana caranya produk-produk kita saling terhubung dan membentuk ekosistem?
Ambil contoh Apple, mereka tidak hanya menjual iPhone. Mereka menjual ekosistem.
Pertanyaannya: apakah produk Anda berdiri sendiri atau saling memperkuat?
Dalam industri perumahan misalnya yang saya geluti, ekosistem bisa berupa after-sales service, marketplace material, community membership, dan lain-lain.

7. Service Innovation

Bagaimana pelanggan merasakan dukungan sebelum, saat, dan setelah membeli?
Di 2026, pelayanan prima bukan lagi sekadar bonus, tapi jadi value pembeda.
Fast response, konsultasi transparan, laporan progres otomatis, after-sales yang jelas — semua ini meningkatkan perceived value tanpa menambah biaya inovasi yang besar.

8. Channel Innovation

Bagaimana produk kita sampai ke tangan pelanggan dengan cara paling efektif?
Penggunaan social media, konten edukasi, WhatsApp Business, showroom virtual, penjualan door-to-door, hingga funnel digital yang rapi.
Channel yang salah membuat produk bagus terlihat biasa saja.

9. Brand Innovation

Apa janji yang ingin perusahaan Anda wakili?
Brand adalah cerita yang diingat pelanggan.
Leader perlu bertanya:

  • Apakah brand kita konsisten?

  • Apakah nilai-nilainya jelas?

  • Apakah tim internal bangga menyebutkan nama perusahaan?

10. Customer Engagement Innovation

Bagaimana kita menciptakan pengalaman yang membuat pelanggan ingin kembali?
Orang membeli karena emosi, bukan logika.
Keterlibatan bisa melalui komunitas, konten, event, personal follow-up, atau loyalty program.
Engagement adalah rahasia utama recurring customer — dan recurring customer adalah rahasia bisnis yang bertahan.

Perusahaan yang tahu bagaimana berinovasi secara sistematis selalu selangkah di depan.

Penutup: Raker 2025 Adalah Titik Awal, Bukan Titik Akhir

Masuk ke tahun 2026, persaingan akan semakin cepat dan pelanggan semakin cerdas.
Tapi kabar baiknya:

10 Types of Innovation adalah kompas yang membantu leader tidak hanya membuat rencana—tapi membuat rencana yang relevan, berkelanjutan, dan membawa perusahaan naik kelas.